8 Hal yang Seharusnya Tidak Ditulis di Status Facebook

Orang (yang punya akun Facebook tentunya) seringkali posting-an yang tidak sensitif dan menyakitkan hati di akun Facebook mereka. Kadang apdet status tersebut dan mungkin beberapa gambar yang di-posting malah dapat mengarah ke jalur kriminal. Monggoh dinikmati dan diresapi beberapa poin di bawah tentang macam-macam posting yang tidak seharusnya njenengan lakukan di Facebook. Kemudian cobalah untuk introspeksi diri selama njenengan menggunakan situs jejaring sosial. Apa njenengan pernah melakukan hal-hal ini? Semoga njenegnan dapat membuat status Facebook dengan santun setelah mengetahuinya. Cekidot langsung lah…

 

Ayo menulis status Facebook dengan santun

 

1. Posting status tentang bagaimana njenengan membenci pekerjaan

Kadang Facebook sangat menggoda untuk menumpahkan segala bentuk keluh kesah pekerjaan njenegan, tapi harap diingat, kemungkinan besar status njenengan akan dilihat rekan kerja bahkan BOS njenengan!

2. Posting bukti bahwa njenengan mengkhianati orang-orang terdekat njenengan

Sekedar berita: di Amerika sana para pengacara kasus perceraian juga tahu cara menggunakan Facebook. Menurut survey oleh American Academy of Matrimonial Lawyers, 81 persen respondennya pernah menggunakan atau dihadapkan pada bukti yang diambil dari Facebook, MySpace, Twitter, dan situs media sosial lainnya. Facebook merupakan situs urutan pertama dimana mereka dapat menemukan kejelekan pada istri klien mereka. Enam puluh enam persen hasil lainnya membuktikan bahwa kegiatan selingkuh dari situs jejaring sosial berasal dari Facebook.

3. Update status ketika njenengan mau merampok rumah!

Hehehe…mungkin terdengar aneh ya? Masa mungkin sih njenengan mau ngerampok rumah dan kemudian apdet status sebelumnya? Saya yakin njenengan semua orang alim, tidak sombong, dan rajin menabung, jadi tidak mungkin akan merampok rumah.

Maksudnya, jika njenengan mau melakukan sesuatu yang illegal logging, jelas njengan jangan pernah meninggalkan bukti apapun, termasuk harus dipastikan bahwa njenengan harus log out dari Facebook, jika benar-benar sedang merampok rumah. Merujuk pada kasus pencurian ini, akan sangat konyol jika njenengan tertangkap polisi dengan mudah karena lupa log out Facebook di komputer si korban. Poin ini tidak bermaksud untuk mengajari njenengan berbuat buruk atau malah jadi penjahat. Saya hanya menekankan bahwa status di Facebook seringkali menjadi bukti tak terbantahkan dari kegiatan seseorang. Waspadalah!

4. Memasang status meminta bantuan teman, sehingga bisa buat alasan untuk mencontek

Nah, ini biasanya sering dialami anak sekolahan dan para mahasiswa. Bertanya kepada teman tentang tugas atau PR di Facebook sebenarnya tak masalah, tapi bila njenengan mulai menyalin jawaban dari postingan di wall atau grup itu bisa menjadi PLAGIAT. Banyak universitas di Inggris sana sangat menyoroti hal ini, terutama sejak survey di Universitas Cambridge mengungkap bahwa satu antara dua mahasiswanya mencontek dengan cara ini. Empat puluh sembilan persen dari 1000 mahasiswa yang ditanya mengatakan bahwa mereka pernah menyalin jawaban dari tugas orang lain dengan 82% mengaku bahwa mereka menyalin dari Wikipedia plek jiplek! Hemm…ternyata gak beda ya sama mahasiswa di Indonesia? Hehehe…

5. Posting foto aib dari mantan pacar

Kalau njenengan marah pada mantan, jangan menimpalkan kemarahan njenengan ke dia dengan posting sesuatu yang bersifat sangat pribadi antara njenengan berdua, dan terutama jangan di Facebook! Soalnya benar-benar ada kasus di New Zealand, seorang pria dimasukkan ke penjara selama empat bulan karena posting foto telanjang mantan pacarnya di situs jejaring sosial. Meskipun hakim melihat bahwa foto tersebut di-posting oleh seorang-mantan-pacar-pemarah-pencemburu-tak-bertanggungjawab-yang-sedang-mabuk, itu tidak membuat keringanan apapun dari tuduhan kriminal. Dan perlu diingat, tidak hanya punya mantan pacar, njenengan tidak mempunyai hak apapun untuk mem-posting materi yang sangat pribadi dari orang lain, tanpa persetujuan pemiliknya.

6. Memeras orang lain melalui Facebook

Apapun itu, tindakan pemerasan selalu illegal, dan melakukannya di Facebbok dapat meninggalkan bukti kriminal digital yang akan susah dihapus. Seorang bernama Anthony Stancl mendapat “hadiah” 15 tahun penjara karena memeras dengan foto telanjang dari anak-anak lelaki di bawah umur melalui Facebook. Stancl, pemuda berusia 18 tahun, berpura-pura sebagai perempuan di situs jejaring sosial dan mengerjai teman sekelasnya dengan mengirim foto-foto mereka yang ia gunakan sebagai blackmail. Profil palsu tersebut akhirnya diketahui karena merujuk kembali kepadanya.

7. Memasang status sedang keluar rumah beberapa saat

Maling atawa perampok rumah sekarang sudah melek teknologi. Mereka bisa saja mengecek Facebbok untuk mengetahui apakah njenengan sedang keluar rumah. Sederetan kasus perampokan di New Hampshire bisa terjalin dengan modus operandi seperti ini, pelakunya memeriksa Facebook dari apdetan status si anak atau orang tua korbannya bahwa mereka sedang liburan.

Kalau sudah begini, bukan saja orang yang bakat maling saja yang bisa merampok rumah njenengan. Kemungkinan juga sahabat dekat njenengan yang sedang kesambet bisa saja melakukannya saat mengetahui rumah njenengan kosong dari status yang njenengan pasang. Jadi, ingatlah juga pepatah dari Bang Napi versi jejaring sosial: “kejahatan tidak hanya terjadi karena niat pelakunya saja, tapi juga karena ada kesempatan-liat Facebook orang lain! WASPADALAH! WASPADALAH!”

8. Menyombongkan semua barang mahal yang baru njenengan beli

Okelah, kami tahu njenengan mau woro-woro ke teman-teman bahwa laptop, iPad, dan iPod baru yang njenengan dapat dari hadiah ulang tahun punya fitur keren, bisa direndam di bawah air selama seminggu pula! Hehe… Tapi harap diingat, pasti ada beberapa orang yang merasa tersiksa tidak tulus membaca apdet status njenengan, bahasa kasarnya “iri alias sirik”. Aturan hukum legal di negara British memperingatkan bahwa pengguna Facebook memungkinkan untuk menjadikan dirinya target potensial ketika mem-posting tentang barang baru mewah mereka, dan bila dikombinasikan dengan status yang bisa membuat orang tahu bahwa njenengan tidak dirumah karena liburan, itu bisa menjadi pengundang maling barang mewah yang njenengan banggakan. Hampir mirip, mem-posting informasi pribadi dengan detail, seperti alamat dan nomor telepon njenengan dapat membuat maling lebih mudah untuk menentukan akan merampok njenengan atau tidak.

*Wuihh…serem je poin-poin yang belakangan ini! 😀

 

Nah, itu tadi tips posting status di Facebook yang saya terjemahkan dan beberapa di-edit dari blog menarik ini oleh Michele Castillo. Nice post sist! I’m so enlighten with that. 😉

Advertisements

Waspadai Kecanduan Komputer!

Tulisan berikut ini saya kutip dari Portal Teknologi Online, semoga bisa membantu memberi informasi dan menyadarkan njenengan baik yang belum ataupun yang sudah kecanduan komputer. Waspadalah! Waspadalah!

Dengan pengenalan komputer dan Internet, sebuah dunia baru telah dibuka untuk penggunanya. Orang tidak bisa hanya melakukan pekerjaan dengan menggunakan sumber daya dari komputer, tetapi juga menyenangi diri mereka sendiri. Ini juga merupakan cara yang bagus untuk sosialisasi sebagai salah satu perkenalan dengan orang baru dan berteman melalui situs jaringan online dan chat room. Selain itu, orang tidak perlu mengacu pada buku-buku dan surat kabar untuk mendapatkan informasi yang mereka ingin tahu, hanya dengan sekali klik maka Internet terisi dengan informasi. Namun, seperti semua hal yang baik, bahkan komputer memiliki kelemahan tertentu yang dapat mempengaruhi pengguna negatif. Dengan meningkatnya popularitas komputer dan internet meningkat, tipe baru kecanduan juga mulai muncul yang disebut kecanduan komputer. Istilah kecanduan komputer juga termasuk kecanduan internet dan oleh karena itu, ada banyak ahli yang menyebutnya Internet Addiction Disorder.

1. Akibat Kecanduan Komputer

kecanduan komputer dapat terjadi dari berbagai jenis yaitu kecanduan game, chatting, email, jaringan sosial, browsing internet, judi online, belanja online, pornografi online, dll yang menghabiskan terlalu banyak waktu di depan komputer tidak dapat hanya mempengaruhi orang yang melakukannya, tetapi juga orang-orang di sekelilingnya. Misalnya, seseorang yang mengabaikan pekerjaan dan tugas-tugas rumah tangga lainnya untuk menghabiskan waktu di depan komputer juga bisa diberhentikan dari pekerjaannya dan ini juga dapat menyebabkan keretakan antara dirinya dan keluarganya. Masalah kecanduan komputer begitu parah sehingga tidak lagi terbatas pada orang dewasa, tapi terlihat pada anak-anak dan remaja juga. Anak-anak cenderung mengabaikan studi mereka dan ini dapat menyebabkan kinerja yang buruk di sekolah. Seperti kecanduan komputer dapat menyebabkan seluruh banyak masalah, penting untuk mengumpulkan informasi tentang hal ini serta mengobati kelainan ini.

2. Gejala Kecanduan Komputer

Langkah penting pertama untuk menghentikan kecanduan komputer adalah mengetahui tanda-tanda kecanduan komputer. Namun, ini bisa menjadi tugas yang sulit sebagai pecandu komputer karena cenderung berbohong kepada orang lain tentang waktu yang mereka habiskan di depan komputer. Namun demikian, jika Anda ragu bahwa teman Anda atau pasangan menjadi pecandu komputer, berikut adalah beberapa dari tanda-tanda yang mungkin Anda amati dalam dirinya.

  • Orang-orang yang kecanduan komputer sering tidak menyadari jumlah waktu mereka yang telah dihabiskan pada komputer. Ada beberapa kasus di mana orang mulai menggunakan komputer hanya untuk satu jam, sebelum tidur dan akhirnya lupa waktu sehingga tidak menyadari waktu sudah pagi.
  • Meskipun pecandu komputer mengalami perasaan euforia atau kesejahteraan sementara pada komputer karena kecanduan, mereka juga dikatakan merasa bersalah karena membuang waktu untuk itu. Karena alasan ini, mereka berbohong kepada majikan mereka, keluarga dan teman-teman tentang waktu yang mereka habiskan di Internet.
  • Sebagai pecandu komputer menyadari bahwa apa yang mereka lakukan tidak sehat, mereka mencoba untuk membatasi waktu yang dihabiskan di atasnya. Namun, sebagian besar waktu mereka tidak mampu mengendalikan diri dan cenderung menghabiskan lebih banyak waktu pada komputer daripada yang mereka pikir.
  • Kecanduan komputer dapat mengabaikan keluarga dan teman-teman. pecandu memiliki begitu banyak teman di situs jaringan, bahwa pecandu cenderung menghindari hubungan dalam kehidupan nyata mereka. Mereka mungkin lupa untuk menghadiri pertemuan dengan teman-teman atau mungkin bahkan untuk tinggal bersama dengan keluarga keluarga. Mereka juga cenderung mengabaikan pasangan mereka atau pasangan yang dapat menyebabkan putusnya hubungan atau perceraian.
  • Pecandu Komputer mulai nyaman menghabiskan waktu berada di depan komputer. Mereka mungkin berpikir dan memiliki rencana tentang apa yang akan mereka lakukan pada waktu berikutnya yang akan mempengaruhi pekerjaan dan keluarga lainnya serta tanggung jawab sosial.
    Selain dari yang diberikan di atas, ada juga beberapa gejala fisik bahwa orang yang tergila-gila dengan komputer sudah menjadi pengalaman. Gejala fisik termasuk carpal tunnel syndrome yang disebabkan karena penggunaan keyboard berlebihan, punggung dan sakit leher, mata kering dan sakit kepala migrain, melewatkan makan dan mungkin juga menderita kurang tidur.

3. Pengobatan Ketergantungan Komputer

Jika Anda tahu bahwa salah satu teman Anda atau anggota keluarga pecandu komputer, Anda pasti akan ingin tahu, bagaimana menghentikan kecanduan komputer. Langkah yang paling penting menuju ini adalah membuat orang memahami bahwa dia memiliki masalah. Sebagian besar waktu, kecanduan komputer terjadi karena orang tersebut tegang, cemas, depresi atau kesepian. Dalam situasi seperti itu, komputer tampaknya menjadi surga yang membawanya jauh dari masalah-masalahnya. Jadi, hal pertama yang harus dilakukan adalah untuk mencari ahli psikolog profesional. Psikolog, melalui bantuan berbagai terapi dan sesi konseling akan membantu pecandu untuk memahami masalah dan membantu untuk pulih lagi.

Selain dari sesi konseling, penting bagi pecandu untuk membantu dirinya untuk keluar dari kecanduannya sepenuhnya. Ini dia bisa dilakukan dengan terlibat dalam kegiatan seperti belajar hobi baru, mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan untuk menghidupkan kembali stres pecandu, pertemuan keluarga dan teman-temannya secara teratur, dan lain-lain Faktor lain yang akan membantu orang untuk keluar dari kecanduannya dengan cepat adalah kuat dukungan keluarga dan teman-temannya. Jadi, jika Anda cintai pecandu komputer, memperhatikan dia dan mendukung dia secara mental serta emosional untuk menyingkirkan kecanduan komputer.