Mangan Ra Mangan Nge-Jazz dengan Ngayogjazz 2011

 

Mangan ra mangan nge-Jazz

Semalam saya baru saja nonton pagelaran pesta rakyat yang namanya Ngayogjazz 2011. Pagelaran seni musik Jazz dari, oleh, dan untuk rakyat yang dipertunjukkan di tengah-tengah kehidupan rakyat. Yah, pokoknya merakyat banget lah! Beda dengan pertunjukkan musik Jazz lainnya di kota-kota besar yang menguras kantong.

Kesan merakyat itulah yang membuat perasaan saya gak nentu saat pertama masuk ke area pertunjukkan. Salut, gembira, kecewa campur jadi satu. Salut, karena acara ini benar-benar merakyatkan genre Jazz. Gembira, yah, karena memang tidak perlu mbayar untuk nonton semua pertunjukkan. Dan kecewa, karena hampir 4 tahun saya hidup di Jogja, saya baru ngeh ada acara seperti ini di Jogja (dan setelah ngeh saya langsung ngebet nonton!). Ngayogjazz sendiri sejatinya sudah jalan 4 kali pertunjukkan dari tahun 2007–dan rutin setahun sekali–hingga tahun 2011 ini.

Ngayogjazz 2011 ini menampilkan banyak sekali performer dari penjuru tanah air. Nama-nama seperti Syahrani , Tohpati, Iga Mawarni, dan Glen Fredly tampil mengguncang panggung rakyat ini dari pukul 14.00-24.00, seharian full! Dimeriahkan pula oleh berbagai komunitas Jazz dari Jogja, Bali, dan Semarang. Sayangnya, saya yang sudah berniat nongkrongi pentas ini seharian, ‘terpaksa’ baru datang setelah lewat pukul 9 malam. Walhasil, yang sempat saya tonton hanya 2 artist pengisi terakhir, Tohpati BerTIGA dan Glen Fredly. Eh, tapi saya akhirnya ndak jadi menyesal, soalnya penampilan mereka nge-Rock nge-Jazz abis. Kalo kata Glen Fredly sih, ‘istimewa’! Seistimewa Jogja kita kawan.

Event besutan Oom Djaduk Ferianto ini pun sangat berjasa mengubah persepsi saya tentang genre musik Jazz. Jazz semula saya anggap musik ekslusif khusus  kaum elite dan katanya hanya bisa dinikmati dengan kadar intelektualitas tertentu. Ternyata setelah saya lihat langsung di acara ini, justru jauh dari kesan elite. Yang ada malah pagelaran ini ditonton orang elit (ekonomi sulit!). Hehehe… Buktinya, nonton semua panggung musik di sini gratis, tis! Mau nonton seharian dur sampai mata jereng kuping budheg pun gak bakalan ditagihin tiket masuk kaya’ UGM BNI Jazz. Dan yang membuat saya heran, baru kali ini saya lihat pagelaran Jazz bertaraf nasional di daerah mblasuk desa Sembungan, Kasihan, Bantul. Konser Jazz dengan rasa pasar malam. Benar-benar merakyat! Joz gandozz!!!

Singkat cerita, saya menonton acara ini dengan sangat enjoy, walaupun beberapa kali diguyur hujan cukup deras. Dan saya ikut terbawa dalam beat-beat halus dengan suara empuk Glen Fredly di akhir sesi pertunjukkan bersama penonton lainnya, terhipnotis menghiraukan hujan yang semakin deras. Ngayogjazz 2011 memang ‘istimewa’ seistimewa Jogja! Sampai bertemu di pesta rakyat berikutnya! Mangan ra mangan nge-Jazz. 😀

2 thoughts on “Mangan Ra Mangan Nge-Jazz dengan Ngayogjazz 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s