Implementasi Public Relation yang Kreatif dan Efektif di Era Web 2.0

Tulisan ini sebenarnya saya buat untuk keperluan lomba Yamaha Marketing Idea Competition 2010, namun untuk keperluan di blog ini tulisan sudah saya pangkas. Versi lebih lengkap silahkan lihat link paling bawah dari tulisan ini.

Ketika disebutkan kata “Public Relation” atau “Humas”, kebanyakan masyarakat kita yang awam akan menghubungkannya dengan kegiatan konferensi pers, layanan pengaduan, pembersihan nama baik, dan lain-lain. Tidak sedikitpun yang salah dari kegiatan yang pengertian awam tersebut, fungsi utama mereka memang berkutat tak jauh dari urusan reputasi perusahaan. Wajah baik atau buruk yang ditampilkan perusahaan ke dunia luar memang bergantung pada kinerja bagian Humas.

Meski reputasi perusahaan amat penting, namun perlu disadari bahwa kegiatan Public Relationship (PR) tidak selamanya akan berhenti pada aspek pemberitaan citra yang baik saja. Di zaman informasi yang berkembang cepat ini, jika peran PR hanya diterjemahkan sebagai layaknya salon kecantikan yang memoles wajah perusahaan dengan bedak dan gincu, agar yang jelek di dalam menjadi kinclong di luaran, maka tugas praktisi PR bisa gagal total. Peran PR yang konvensional ini akan tergerus arus informasi sekarang ini yang begitu cepat dan terbuka, sehingga semanis apapun wajah perusahaan dipoles, tentunya akan cepat terkuak juga kedoknya.

Dengan semakin cepatnya perkembangan teknologi informasi, semestinya perusahaan yang sadar akan hal ini  harus mulai meninggalkan peran PR konvensional dan berusaha mengubah cara membangun citra yang lebih kreatif di tengah medan kompetisi pasar yang semakin sengit sekarang ini. Perusahaan perlu menyadari bahwa peran PR di masa sekarang hampir tidak dapat dipisahkan dengan kegiatan marketing. Dengan kondisi ini PR menjadi bagian dari pemasaran dan terjun langsung mulai dari konsep dan eksekusi program pemasaran, sehingga target-target untuk membangun citra perusahaan tetap terukur dengan tidak mengesampingkan dalam usaha meningkatkan popularitas brand produk. Akibatnya, banyak dijumpai sekarang ini iklan-iklan yang edukatif dan kreatif yang kadang dibungkus dalam kemasan iklan layanan masyarakat. Semua ini karena isu-isu yang dihadapi konsumen sudah semakin kompleks dan perusahaan harus mampu melakukan komunikasi dua arah yang kreatif dan efektif yang beda dari yang lain.

Peluang Public Relation dengan web 2.0

Web 2.0 adalah salah satu lompatan perkembangan teknologi informasi yang sedang hangat akhir-akhir ini. Disadari atau tidak gaya hidup kita yang informationaholic saat ini telah menggiring kita kita menuju era baru jaringan web global ini. Update status dan komentar di Facebook, posting dan re-tweet di Twitter, menulis catatan harian di Blogger, ramai-ramai komentar di thread KasKus, dan lain sebagainya merupakan beberapa dari sekian banyak contoh aplikasi web 2.0. Ya, web 2.0 merupakan reformasi demokratisasi internet. Semua orang terhubung, membentuk jaringan global negeri dunia maya. Siapa yang tak mempunyai akun Facebook sekarang? Hampir semua punya dan jumlahnya bahkan bisa membentuk negara baru mengalahkan populasi negara Cina. Semua orang mempunyai peran penting di internet, tak hanya sebatas konsumen informasi, kita semua sudah bebas beraspirasi dalam menghasilkan informasi.

Perusahaan manapun yang ingin memenangkan kompetisi persaingan antarproduk yang semakin mengglobal seharusnya dapat menangkap peluang yang ditawarkan web 2.0 saat ini. Dengan pengguna internet di Indonesia yang sebanyak 32 juta orang lebih dirasa sangat potensial untuk memulai membangun citra perusahaan dari dunia maya ini. Apalagi media ini terkenal mudah dalam menggiring sudut pandang khalayak umum tentang isu tertentu. Teknologi web 2.0 yang bersifat transparan, sederhana, cepat, jangkauannya yang luas, dan real time dalam mengolah informasi memungkinkan itu semua. Tetapi perlu disadari bahwa konsekuensi dari hal ini menuntut pengembangan aplikasi online yang simpel dalam desain dan bahasa, loading halaman yang cepat, menu yang jelas, serta yang terpenting adalah update secara berkala. Portal web yang jarang diisi informasi terbaru, membuat loyalitas pengguna menurun drastis bahkan hilang. Implikasinya tentu terhadap produk dan citra perusahaan yang akan semakin kehilangan konsumen.

download versi lebih lengkap di sini!

2 thoughts on “Implementasi Public Relation yang Kreatif dan Efektif di Era Web 2.0

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s