Research Day-4: “Mas, saya sedang bad mood…”

Wuehehehe…penelitian hari keempat ini, lain dari yang lain, punya tema tersendiri. Temanya adalah Bad Mood mode on! Wkwkwkwk…. Ndak, bukan saya yang sedang bad mood, tapi memang ada salah satu dari responden yang akan saya wawancarai mengucapkan apa yang saya tulis di judul di atas. Masih ingat kejadian saya hampir kena semprot di ruangan IGD pada hari ketiga kemarin? Nha, beliaulah “oknum” dokter yang menolak untuk wawancarai hari ini dengan alasan sedang tidak punya mood. Menurut pengakuannya sih, suami beliau sedang sakit, tapi ndak tahu apakah bad mood-nya itu malah jadi semakin terakumulasi karena bosan melihat wajah saya yang sejak dari rabu kemarin memasang wajah memelas, meminta kesediaan wawancara dari beliau. Dengan penuh rasa hormat, walaupun dipersilahkan untuk wawancara hari itu juga, namun saya meminta dialihkan saja di lain hari demi kelancaran wawancara dan kelengkapan informasi yang diberikan. Belakangan baru saya ketahui dari beberapa informan, bahwa dokter tersebut terkenal moody-gampang terpengaruh suasana hati- dan terkenal kurang ramah diantara para dokter PKU Bantul. Saya jadi kemudian menebak-nebak, andai saja dokter tersebut gampang sekali terpengaruh mood, akan jadi bagaimana ya pasien yang ditanganinya? Semoga saja sih ndak ditolak mentah seperti saya, “Pak/ Bu, hari ini saya sedang bad mood, suami saya sedang sakit, jadi periksa lain hari lagi saja ya kalau suami saya sudah sembuh!” Wkwkwkwk…kan repot jadinya? Padahal pasien yang mau berobat kena serangan jantung dan suami dokter tersebut sedang opname karena kena stroke! Nah, lo….

Akhirnya, karena gagal mendapatkan dokter satupun, saya manuver banting stir mencoba-coba menemui perawat kepala bangsal. Coba-coba saya berbuah manis, dari kedua perawat yang saya mintai wawancara, keduanya bersedia diwawancarai hari itu juga. Artinya, tak perlu menunggu di lain hari untuk bertemu responden saya. Dan saya , karena kejadian penolakan oleh dokter tadi merasa pesimis tak dapat hasil hari ini, terdongkrak kembali semangatnya untuk menjalani penelitian yang penuh tantangan ini. Akhirul cerita, “mangsa” yang saya dapat adalah Bapak Latif Widodo dan Mbak Dwi Setiyani. Dari perbincangan dengan Pak Latif, saya mendapati bahwa beliau adalah seorang perawat yang mempunyai visi ke depan terkait Paperless Medical Record. Dengan panjang lebar juga beliau jelaskan tentang tugas perawat di PKU Bantul tanpa perlu saya tanyai lebih jauh. Saya merasa puas mengobrol dengan Pak Latif. Sedangkan responden kedua, Mbak Dwi adalah seorang perawat dengan pribadi ramah dan agak pemalu. Beliau menolak untuk direkam dalam wawancara, sehingga membuat saya kelabakan untuk mencatat semua jawaban beliau. Untung beliau juga seorang yang singkat dalam berbicara, jadi ndak terlalu susah dalam mengikuti kata demi kata yang beliau keluarkan.

Dan…penelitian hari keempat ini saya tutup dengan makan mie ayam “Asli Wonogiri” di perempatan Kasongan. Hemm…saya jadi penasaran, kenapa banyak sekali penjual mie ayam “Asli Wonogiri” di Bantul yah? Apa bedanya coba dengan mie ayam biasa? Huehehehe…tanya kenapa?

2 thoughts on “Research Day-4: “Mas, saya sedang bad mood…”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s