Halim dan Lembaran Hidupnya

SENADA 2011
Medical Record Family UGM bekerja sama dengan DPP PORMIKI Jogja mempersembahkan Seminar Nasional dengan tajuk “Pentingnya Uji Kompetensi Guna Meningkatkan Kompetensi Perekam Medis di Indonesia.” Seminar ini akan diisi oleh pembicara yang powerfull dan sudah lama malang-melintang di dunia rekam medis Indonesia: ELISE GARMELIA, Amd. Perkes, SKM. (Ketua Umum DPP Pormiki Pusat) dan IBNU MARDIYOKO, SKM, MM. (Ketua DPP Pormiki DIY), serta Kepala Dinas Kesehatan provinsi DIY. Disuguhkan pula dalam seminar ini presentasi “CALL FOR PAPERS” dari beberapa karya ilmiah di bidang rekam medis.

Ingat-ingat waktu dan tempatnya: MINGGU, 5 JUNI 2011 di UNIVERSITY CLUB UGM JOGJAKARTA. Pendaftaran dibuka untuk umum dan mahasiswa. Silahkan hubungi sdri. NITA (087837802929), TRI (081915420404), atau SEKRETARIAT PROGRAM D3 REKAM MEDIS UGM (0274-7101249).

Mangan Ra Mangan Nge-Jazz dengan Ngayogjazz 2011

Posted by: dhieliem on: 16 January 2011

 

Mangan ra mangan nge-Jazz

Semalam saya baru saja nonton pagelaran pesta rakyat yang namanya Ngayogjazz 2011. Pagelaran seni musik Jazz dari, oleh, dan untuk rakyat yang dipertunjukkan di tengah-tengah kehidupan rakyat. Yah, pokoknya merakyat banget lah! Beda dengan pertunjukkan musik Jazz lainnya di kota-kota besar yang menguras kantong.

Kesan merakyat itulah yang membuat perasaan saya gak nentu saat pertama masuk ke area pertunjukkan. Salut, gembira, kecewa campur jadi satu. Salut, karena acara ini benar-benar merakyatkan genre Jazz. Gembira, yah, karena memang tidak perlu mbayar untuk nonton semua pertunjukkan. Dan kecewa, karena hampir 4 tahun saya hidup di Jogja, saya baru ngeh ada acara seperti ini di Jogja (dan setelah ngeh saya langsung ngebet nonton!). Ngayogjazz sendiri sejatinya sudah jalan 4 kali pertunjukkan dari tahun 2007–dan rutin setahun sekali–hingga tahun 2011 ini.

Ngayogjazz 2011 ini menampilkan banyak sekali performer dari penjuru tanah air. Nama-nama seperti Syahrani , Tohpati, Iga Mawarni, dan Glen Fredly tampil mengguncang panggung rakyat ini dari pukul 14.00-24.00, seharian full! Dimeriahkan pula oleh berbagai komunitas Jazz dari Jogja, Bali, dan Semarang. Sayangnya, saya yang sudah berniat nongkrongi pentas ini seharian, ‘terpaksa’ baru datang setelah lewat pukul 9 malam. Walhasil, yang sempat saya tonton hanya 2 artist pengisi terakhir, Tohpati BerTIGA dan Glen Fredly. Eh, tapi saya akhirnya ndak jadi menyesal, soalnya penampilan mereka nge-Rock nge-Jazz abis. Kalo kata Glen Fredly sih, ‘istimewa’! Seistimewa Jogja kita kawan.

Event besutan Oom Djaduk Ferianto ini pun sangat berjasa mengubah persepsi saya tentang genre musik Jazz. Jazz semula saya anggap musik ekslusif khusus  kaum elite dan katanya hanya bisa dinikmati dengan kadar intelektualitas tertentu. Ternyata setelah saya lihat langsung di acara ini, justru jauh dari kesan elite. Yang ada malah pagelaran ini ditonton orang elit (ekonomi sulit!). Hehehe… Buktinya, nonton semua panggung musik di sini gratis, tis! Mau nonton seharian dur sampai mata jereng kuping budheg pun gak bakalan ditagihin tiket masuk kaya’ UGM BNI Jazz. Dan yang membuat saya heran, baru kali ini saya lihat pagelaran Jazz bertaraf nasional di daerah mblasuk desa Sembungan, Kasihan, Bantul. Konser Jazz dengan rasa pasar malam. Benar-benar merakyat! Joz gandozz!!!

Singkat cerita, saya menonton acara ini dengan sangat enjoy, walaupun beberapa kali diguyur hujan cukup deras. Dan saya ikut terbawa dalam beat-beat halus dengan suara empuk Glen Fredly di akhir sesi pertunjukkan bersama penonton lainnya, terhipnotis menghiraukan hujan yang semakin deras. Ngayogjazz 2011 memang ‘istimewa’ seistimewa Jogja! Sampai bertemu di pesta rakyat berikutnya! Mangan ra mangan nge-Jazz. :D

8 Hal yang Seharusnya Tidak Ditulis di Status Facebook

Posted by: dhieliem on: 12 January 2011

Orang (yang punya akun Facebook tentunya) seringkali posting-an yang tidak sensitif dan menyakitkan hati di akun Facebook mereka. Kadang apdet status tersebut dan mungkin beberapa gambar yang di-posting malah dapat mengarah ke jalur kriminal. Monggoh dinikmati dan diresapi beberapa poin di bawah tentang macam-macam posting yang tidak seharusnya njenengan lakukan di Facebook. Kemudian cobalah untuk introspeksi diri selama njenengan menggunakan situs jejaring sosial. Apa njenengan pernah melakukan hal-hal ini? Semoga njenegnan dapat membuat status Facebook dengan santun setelah mengetahuinya. Cekidot langsung lah…

 

Ayo menulis status Facebook dengan santun

 

1. Posting status tentang bagaimana njenengan membenci pekerjaan

Kadang Facebook sangat menggoda untuk menumpahkan segala bentuk keluh kesah pekerjaan njenegan, tapi harap diingat, kemungkinan besar status njenengan akan dilihat rekan kerja bahkan BOS njenengan!

2. Posting bukti bahwa njenengan mengkhianati orang-orang terdekat njenengan

Sekedar berita: di Amerika sana para pengacara kasus perceraian juga tahu cara menggunakan Facebook. Menurut survey oleh American Academy of Matrimonial Lawyers, 81 persen respondennya pernah menggunakan atau dihadapkan pada bukti yang diambil dari Facebook, MySpace, Twitter, dan situs media sosial lainnya. Facebook merupakan situs urutan pertama dimana mereka dapat menemukan kejelekan pada istri klien mereka. Enam puluh enam persen hasil lainnya membuktikan bahwa kegiatan selingkuh dari situs jejaring sosial berasal dari Facebook.

3. Update status ketika njenengan mau merampok rumah!

Hehehe…mungkin terdengar aneh ya? Masa mungkin sih njenengan mau ngerampok rumah dan kemudian apdet status sebelumnya? Saya yakin njenengan semua orang alim, tidak sombong, dan rajin menabung, jadi tidak mungkin akan merampok rumah.

Maksudnya, jika njenengan mau melakukan sesuatu yang illegal logging, jelas njengan jangan pernah meninggalkan bukti apapun, termasuk harus dipastikan bahwa njenengan harus log out dari Facebook, jika benar-benar sedang merampok rumah. Merujuk pada kasus pencurian ini, akan sangat konyol jika njenengan tertangkap polisi dengan mudah karena lupa log out Facebook di komputer si korban. Poin ini tidak bermaksud untuk mengajari njenengan berbuat buruk atau malah jadi penjahat. Saya hanya menekankan bahwa status di Facebook seringkali menjadi bukti tak terbantahkan dari kegiatan seseorang. Waspadalah!

4. Memasang status meminta bantuan teman, sehingga bisa buat alasan untuk mencontek

Nah, ini biasanya sering dialami anak sekolahan dan para mahasiswa. Bertanya kepada teman tentang tugas atau PR di Facebook sebenarnya tak masalah, tapi bila njenengan mulai menyalin jawaban dari postingan di wall atau grup itu bisa menjadi PLAGIAT. Banyak universitas di Inggris sana sangat menyoroti hal ini, terutama sejak survey di Universitas Cambridge mengungkap bahwa satu antara dua mahasiswanya mencontek dengan cara ini. Empat puluh sembilan persen dari 1000 mahasiswa yang ditanya mengatakan bahwa mereka pernah menyalin jawaban dari tugas orang lain dengan 82% mengaku bahwa mereka menyalin dari Wikipedia plek jiplek! Hemm…ternyata gak beda ya sama mahasiswa di Indonesia? Hehehe…

5. Posting foto aib dari mantan pacar

Kalau njenengan marah pada mantan, jangan menimpalkan kemarahan njenengan ke dia dengan posting sesuatu yang bersifat sangat pribadi antara njenengan berdua, dan terutama jangan di Facebook! Soalnya benar-benar ada kasus di New Zealand, seorang pria dimasukkan ke penjara selama empat bulan karena posting foto telanjang mantan pacarnya di situs jejaring sosial. Meskipun hakim melihat bahwa foto tersebut di-posting oleh seorang-mantan-pacar-pemarah-pencemburu-tak-bertanggungjawab-yang-sedang-mabuk, itu tidak membuat keringanan apapun dari tuduhan kriminal. Dan perlu diingat, tidak hanya punya mantan pacar, njenengan tidak mempunyai hak apapun untuk mem-posting materi yang sangat pribadi dari orang lain, tanpa persetujuan pemiliknya.

6. Memeras orang lain melalui Facebook

Apapun itu, tindakan pemerasan selalu illegal, dan melakukannya di Facebbok dapat meninggalkan bukti kriminal digital yang akan susah dihapus. Seorang bernama Anthony Stancl mendapat “hadiah” 15 tahun penjara karena memeras dengan foto telanjang dari anak-anak lelaki di bawah umur melalui Facebook. Stancl, pemuda berusia 18 tahun, berpura-pura sebagai perempuan di situs jejaring sosial dan mengerjai teman sekelasnya dengan mengirim foto-foto mereka yang ia gunakan sebagai blackmail. Profil palsu tersebut akhirnya diketahui karena merujuk kembali kepadanya.

7. Memasang status sedang keluar rumah beberapa saat

Maling atawa perampok rumah sekarang sudah melek teknologi. Mereka bisa saja mengecek Facebbok untuk mengetahui apakah njenengan sedang keluar rumah. Sederetan kasus perampokan di New Hampshire bisa terjalin dengan modus operandi seperti ini, pelakunya memeriksa Facebook dari apdetan status si anak atau orang tua korbannya bahwa mereka sedang liburan.

Kalau sudah begini, bukan saja orang yang bakat maling saja yang bisa merampok rumah njenengan. Kemungkinan juga sahabat dekat njenengan yang sedang kesambet bisa saja melakukannya saat mengetahui rumah njenengan kosong dari status yang njenengan pasang. Jadi, ingatlah juga pepatah dari Bang Napi versi jejaring sosial: “kejahatan tidak hanya terjadi karena niat pelakunya saja, tapi juga karena ada kesempatan-liat Facebook orang lain! WASPADALAH! WASPADALAH!”

8. Menyombongkan semua barang mahal yang baru njenengan beli

Okelah, kami tahu njenengan mau woro-woro ke teman-teman bahwa laptop, iPad, dan iPod baru yang njenengan dapat dari hadiah ulang tahun punya fitur keren, bisa direndam di bawah air selama seminggu pula! Hehe… Tapi harap diingat, pasti ada beberapa orang yang merasa tersiksa tidak tulus membaca apdet status njenengan, bahasa kasarnya “iri alias sirik”. Aturan hukum legal di negara British memperingatkan bahwa pengguna Facebook memungkinkan untuk menjadikan dirinya target potensial ketika mem-posting tentang barang baru mewah mereka, dan bila dikombinasikan dengan status yang bisa membuat orang tahu bahwa njenengan tidak dirumah karena liburan, itu bisa menjadi pengundang maling barang mewah yang njenengan banggakan. Hampir mirip, mem-posting informasi pribadi dengan detail, seperti alamat dan nomor telepon njenengan dapat membuat maling lebih mudah untuk menentukan akan merampok njenengan atau tidak.

*Wuihh…serem je poin-poin yang belakangan ini! :D

 

Nah, itu tadi tips posting status di Facebook yang saya terjemahkan dan beberapa di-edit dari blog menarik ini oleh Michele Castillo. Nice post sist! I’m so enlighten with that. ;)

Bumi Cinta, Novel Kang Abik yang Penuh Kejutan

Posted by: dhieliem on: 11 January 2011

Bumi Cinta, Novel penuh suspens dari Kang Abik

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh-hatilah kamu dan sebutlah (nama) Alloh sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. Dan taatlah kepada Alloh dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Alloh bersama orang-orang yang sabar. Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud riya kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Alloh. Dan (ilmu) Alloh meliputi apa yang mereka kerjakan.” (Q.S. Al Anfal: 45-47)

Kali ini saya akan mencoba membuat resensi novel terbaru dari Habiburahman El Sirazy (yang parahnya baru saya baca karena sudah lama ngincer tapi tak terbeli). Semoga resensi ini bisa menjadi acuan njenengan para pembaca yang ingin ikut serta membaca novel menarik ini. Dan semoga review ini tidak basi untuk mengingatkan kembali cerita yang sudah pernah dinikmati para penggemar karya Kang Abik yang sudah lama menjadi Best Seller ini.

Inilah karya termutakhir dari Habiburrahman El Sirazy, adikarya novelis no.1 Indonesia peraih penghargaan SASTRA NUSANTARA tingkat Asia Tenggara yang berjudul Bumi Cinta. Novel yang diterbitkan oleh Penerbit Basamala setebal 546 halaman ini menceritakan kisah romansa religi khas Kang Abik tentang seorang pemuda salaf bernama Muhammad Ayyas yang hidup di negeri komunis penjungjung tinggi paham seks bebas, Rusia. Novel menarik dari Kang Abik yang cukup berbeda dari karya-karya beliau sebelumnya yang selalu mengambil setting daerah Timur Tengah. Sangat pantas njenengan yang mendambakan kejutan baru Kang Abik dari awal hingga akhir cerita yang tentu sangat berbeda dengan kisah di negeri Timur Tengah.

Tersebutlah Muhammad Ayyas, seorang pemuda Indonesia jebolan Pesantren Kajoran Magelang dan lulusan Universitas Islam Madinah yang mengembara ke Negeri Tirai Besi, Rusia. Sebuah negara yang dulunya menjadi imperium para penganut paham Komunis dan sekarang berevolusi menjadi negara penganut seks bebas dengan peringkat nomor satu untuk pengakses situs pornografi di dunia, satu tingkat di atas Indonesia. Ia mengadu nasib di negeri tersebut bukan tanpa sebab, bukan untuk pelesiran atau menghabiskan uang, studi tesisnyalah tentang sejarah Islam di Rusia yang mengantarkan ia ke negara yang sangat rawan bagi idealisme salafnya. Banyak godaan yang akan beresiko untuk meruntuhkan keimanannya jika ia tidak berhati-hati, terutama godaan syahwat dari para nonik Rusia yang kemolekannya sangat melegenda.

Kekhawatiran Ayyas tidak menggantung lama. Seketika setelah menjejakkan langkah di tanah Rusia yang putih oleh salju, kegalauannya terbukti tepat jatuh ke dalam relung prasangkanya sebelum mantap tiba di Rusia. David, kawan lamanya semasa SMP yang dipasrahinya bertanggungjawab membimbingnya hidup di Rusia memilihkannya apartement atau kwartina yang sama sekali tidak ia harapkan sebelumnya. Bayangkan, seorang mahasiswa salaf harus tinggal bersama dalam satu ruangan dengan dua orang nonik Rusia yang bertolak belakang paham dengan dirinya. Nonik pertama adalah seorang pelacur kelas atas yang tidak percaya kepada Tuhan, bernama Yelena. Seorang lainnya adalah Linor, gadis jelita berdarah Yahudi yang tanpa sepengetahuan Ayyas adalah seorang agen intelejen Mossad dibalik profesinya sebagai musisi opera. Dan dari kwartina inilah ketenangan hidup Ayyas di Rusia mulai terusik.

Niatan Ayyas untuk menyusun tesisnya tentang Kehidupan Umat Islam di Masa Pemerintahan Stalin ternyata tidak semulus yang ia bayangkan. Prof. Abramov Tomskii, seorang guru besar sejarah Asia Tenggara Universitas Negeri Moskow yang sejatinya ia andalkan untuk menjadi pembimbing penelitiannya selama di Rusia, melimpahkannya kepada asistennya karena ada urusan yang ingin beliau selesaikan di Turki. Ayyas tidak menyangka bahwa pengganti pembimbing sementara tesisnya itu adalah pakar sejarah wanita berparas jelita bernama Anastasia Palazzo.

Selanjutnya bergulirlah kisah Ayyas selama menyelesaikan tugasnya di Moskwa. Singkat cerita, hidup Ayyas di negeri asing ini selalu dikelilingi oleh berbagai macam problema ketiga wanita cantik Rusia tersebut. Kecerdasan, ketegasan, dan keteguhan hati Ayyas, walaupun paras dan tubuhnya jauh dari tampan,  telah mencuri hati Anastasia yang sedang galau karena dijodohkan ibunya dengan seorang Bos Mafia. Yelena yang menemukan cahaya hidup baru bernama Tuhan setelah ditolong Ayyas pada kondisi yang membuatnya hampir mati. Dan konflik batin Linor, gadis berdarah Yahudi kental yang ternyata memiliki hubungan masa lalu dengan Islam dan Palestina, sesuatu yang sangat ia benci bahkan kepada Ayyas.

Seorang pemuda lajang dengan berbagai kesempurnaan dan dikelilingi oleh wanita cantik yang sangat berharap kepadanya. Yah, inilah kesan pertama yang kita tangkap, bahkan mungkin setelah membaca resensi ini. Bagi penggemar karya Kang Abik, mungkin sudah bisa memahami dari pengamatan karya-karya sebelumnya yang temanya senada dengan novel ini, dan memang seperti itulah gaya khas Kang Abik dalam berkisah. Dari beberapa artikel blog yang saya baca, kesempurnaan karakter inilah yang paling sering saya tangkap dari keluhan para pembacanya. Saya, walaupun juga dari awal sudah menyadarinya, tapi bisa memahami motif Kang Abik dari penciptaan karakter yang selalu sempurna ini. Bahwasanya beliau ingin memberikan teladan dan motivasi yang baik kepada para pemuda dengan karakter yang sempurna itu, saya rasa perlu kita dukung dan apresiasi. Tidak ada alasan untuk membuat sesuatu yang sempurna di karya sastra, bahkan Hollywood dan Bollywood pun sering melakukannya. Asal jangan terlalu lebay, kata ABG (seperti saya). Dan kalau boleh saya komentar nakal sedikit, karakter-karakter utama rekaan Kang Abik saya rasa tak ubahnya dengan James Bond yang selalu dikelilingi wanita cantik. Namun yang ini bukan sembarang James Bond yang sering maksiat, mereka adalah agen-agen pilihan Allah yang mempunyai amanah untuk menyampaikan rahmat Islam di Bumi Cinta-Nya.

Di luar permasalahan tentang pencitraan karakter utama yang terlalu sempurna, saya apresiasi novel ini dengan acungan dua jempol d^.^b (hey, bahkan bila pembaca jeli, njenengan akan temukan beberapa kelemahan dari Ayyas yang tidak sesempurna Fahri–Ayat-Ayat Cinta, misalnya). Improvisasi dahsyat dari Kang Abik dengan setting Rusianya, yang berbeda dari novel-novel sebelumnya merupakan hal pertama yang membuat saya berkesan membacanya. Semain berkesan dengan penggambaran suasana Rusia yang sangat detail. Njenegan seakan merasa sedang berjalan-jalan di tengah Moskow yang bersalju menuju stasiun Smolenskaya yang megah, kemudian menjelajahi Moskovskyj Gosurdarstvennyj Universiteit (Universitas Negeri Moskow), menikmati sup borsh dan roti hitam cyorni khleb di stolovaya setelah lelah, kemudian beristirahat dan merasakan khusyuknya sholat di Masjid Prospek Mira. Benar-benar seperti Deja-vu.

Bila pada dua karya sebelumnya Kang Abik selalu menakdirkan karakter utama dengan happy ending pernikahan, ending tersebut tidak akan njenengan temui di novel ini. Malahan yang menikah adalah sahabat Ayyas sendiri, David. Yah, inilah perbedaan lain yang menurut saya improvisasi penulisnya. Saya harap inilah usaha positif Kang Abik untuk mematangkan dan memberi warna pada gaya berkaryanya. Dan bila ending semacam itu membuat njenengan merasa terkejut, maka saya sepakat dengan njenengan. Novel ini memang menjikan adegan-adegan suspens yang akan mengejutkan pembacanya dari awal hingga benar-benar tanda titik penghabisan cerita. Yah, saya serius, kejutannya benar-benar terasa hingga tanda titik di akhir cerita! Kejutan yang membuat kisah novel ini benar-benar menggantung. Tak ada happy ending, yang ada hanyalah sad ending yang menggantung! Benar-benar improvisasi dari Kang Abik! Bagi njenengan yang penasaran, langsung lahap deh novel ini. Priyatnogo chteniya! :)

Bonus, sedikit image spoiler:

Kemegahan Stasiun Smolenskaya

Gedung Universitas Negeri Moskow yang gagah

Nikmat hangatnya Sup Borsh

roti hitam Rusia, cyorni khleb

Masjid Prospek Mira a.k.a Masjid Agung Moskow

Habibie dan Ainun–potret cinta sejati Prof. B.J. Habibie

Posted by: dhieliem on: 8 January 2011

Cover Habibie dan Ainun

“Ainun dan saya bernaung di bawah cinta milik-Mu ini dipatri  menjadi MANUNGGAL sepanjang masa. Hanya dengan tatapan mata saja tanpa berbicara sering dapat berkomunikasi langsung dan mengerti isi hati dan kehendak kami.”

Posting kali ini saya akan coba me-review buku yang baru saja saya baca. Semoga njenengan tidak kecewa dengan tulisan saya ini, maklum baru belajar membuat resensi buku. Kritik dan saran atau pandangan lain terhadap buku ini akan sangat saya harapakan.

Kemanunggalan jiwa yang dipatri oleh cinta yang murni, sempurna, dan abadi. Itulah salah satu pesan dari buku berjudul “Habibie dan Ainun” yang akan selalu terngiang-ngiang di benak kita setelah membacanya. Membaca buku yang ditulis langsung oleh Bapak B.J.Habibie ini seolah kita diajak mengarungi catatan harian cinta seorang Bacharudin Jusuf Habibie dengan Hasri Ainun binti Besari, kekasih abadinya sepanjang masa.

Adalah tepat kiranya bagi Pak Habibie menulis buku ini dengan tujuan salah satunya untuk terapi mengobati kerinduan dan kehilangan istri tercintanya, Ibu Ainun Habibie. Terapi kerinduan dari kehilangan seseorang yang selama 48 tahun 10 hari mendampingi  hidup putra Pare-pare ini. Goresan kenangan tentang cinta tulus dan bakti Ibu Ainun inilah yang sanggup mengisi kekosongan jiwa Pak Habibie  saat masa awal beliau merasa kehilangan.

Kisah cinta Ainun dan Habibie berawal dari pertemuan di Rangga Malela 11B, rumah kediaman keluarga Besari–keluarga besar Ainun–tinggal. Habibie, seorang insinyur yang baru pulang dari Jerman bertemu kembali dengan Ainun, kawan SMA-nya, seorang dokter lulusan FK UI setelah 7 tahun tak pernah jumpa. Perjumpaan secara tidak sengaja itu membawa Habibie muda terlarut dalam kerinduan pandangan mata indah Ainun yang akan selalu dikenangnya. Pandangan mata pada 7 Maret 1962 yang akan menjadi saksi cinta abadi sepasang insan manusia.

Kedua insan yang dipertemukan oleh cinta dari Allah itupun kemudian menikah. Alur kisah pun bergulir tentang cinta dan pengabdian seorang Ainun kepada suaminya. Cinta dan pengabdian Ainun adalah manifestasi ke-MANUNGGGAL-an jiwa, hati, dan batin Ainun dan Habibie. Dengan cinta dan pengabdian itulah yang membuatnya tetap setia mendampingi Habibie. Kesetiaan yang tetap dijaga Ainun walaupun saat menjadi seorang istri seorang asisten peneliti, pejabat teras perusahaan Jerman MBB, bahkan ketika menjadi Ibu Negara sekalipun. Cinta Ainun kepada Habibie tetap sama tulus tak berubah sepanjang waktu. Cintanya dari hati dan jiwa yang manunggal, yang memberi ketenangan kepada Habibie untuk terus menjaga idealismenya membangun negeri pertiwi. Cintanya tetap hidup walau Ainun dan Habibie terpisah dua dunia yang berbeda.

Cukup banyak kita temukan kisah cinta Pak Habibie dan Ibu Ainun di dalam buku ini yang mungkin belum pernah kita ketahui sebelumnya. Buku ini menarik untuk dibaca bagi siapa saja yang ingin mengetahui atau memahami kehidupan seorang insinyur hebat bernama BJ Habibie dari sudut pandang yang berbeda. Selain itu, di dalamnya juga banyak di dominasi oleh kisah kesetiaan Ibu Ainun sebagai seorang istri hingga akhir hayat dari sudut pandang suaminya. Pembaca juga tak hanya dapat menikmati kisah cinta kedua pasangan abadi itu saja, di buku ini juga terselip beberapa puisi dan doa seorang Habibie kepada istrinya.

Keseluruhan kisah di dalam buku setebal 335 halaman ini menurut penulisnya sengaja disajikan mirip novel agar enak dibaca oleh pembacanya. Walaupun demikian, dari awal hingga akhir membacanya saya merasa masih belum bisa menikmati buku ini layaknya kisah sebuah novel. Entah kenapa, saya masih merasa karya Pak Habibie ini lebih pantas saya apresiasikan sebagai sebuah biografi ketimbang novel. Jalan cerita yang terlalu datar dan minimnya metafora,yang menurut saya adalah bumbu rahasia setiap novel, membuat saya hampir bosan membaca hingga di tengah buku. Tidak hanya bosan, kadang saat membaca buku ini saya merasa kurang nyaman manakala ada beberapa kata yang salah edit dan beberapa cerita terkesan diulang-ulang dalam beberapa bab.

Pada awalnya, saya sangat penasaran dengan isi buku ini. Di kota Jogja sendiri saya hampir saja kehabisan buku ini karena ludes terjual hingga bulan Desember 2010 lalu. Siapapun akan mengira, buku ini akan mengisahkan untold story kehidupan pasangan Prof. Habibie dan dr. Ainun. Siapapun juga pasti pernah mengetahui kesetiaan seorang Habibie untuk terus menunggui makam almarhumah istrinya selama 40 hari yang sempat menjadi topik hangat media beberapa waktu lalu. Mungkin inilah yang menurut saya menjadi salah satu pemicu larisnya buku ini di pasaran. Namun saya agak sedikit kecewa setelah membaca keseluruhan kisah di buku ini. Harapan saya untuk mendapatkan kisah kemanunggalan cinta Habibie dan Ainun kurang terobati. Menurut saya, rasanya kebanyakan cerita nyata buku ini lebih mengekspos kehidupan Pak Habibie sendiri dengan bumbu kisah cinta dan pengabdian Ibu Ainun. Gregetnya baru terasa saat detik-detik wafatnya Ibu Ainun. Di bagian akhir buku itulah baru saya rasakan cinta dan sayang Habibie dan Ainun yang membuncah. Cinta yang tumpah-ruah dan sanggup menumpahkan air mata haru.

Terlepas dari beberapa kekurangan di atas, buku ini setidaknya layak mendapat apresiasi lebih dari seluruh penikmat buku, apalagi dari pengagum sosok Habibie karena iktikad baik beliau untuk membagi kisah cinta pribadinya kepada khalayak umum. Saya rasa pembaca juga patut untuk mengapresiasi keberanian beliau untuk menuangkan kisahnya dalam bentuk novel. Suatu peristiwa yang mungkin agak langka bagi seorang profesor engineering sekelas Habibie. Dibalik itu semua buku ini memberikan ilham dan keteladanan bagi para pencari resep spiritual bagi bangunan rumah tangga sakinah. Itulah inti dari pesan dan keteladanan berharga yang dapat kita serap dari buku ini. Selamat membaca! :)

Kategori

Arsip

Networked Blogs

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.